Pembebasan Mohammad Al-Raouf, mantan komandan Dewan Militer Thabqa, dari tahanan Pasukan Keamanan Dalam Negeri, memunculkan wacana penting mengenai transparansi dan prosedur serah terima pasukan SDF yang membelot. Al-Raouf sebelumnya ditangkap di Srin, pedesaan Aleppo bagian timur, setelah melarikan diri dari Raqqa.
Al-Raouf diketahui pernah bertempur di bawah bendera SDF sebelum melarikan diri bersama pasukan mereka. Momen pembebasannya menimbulkan pertanyaan terkait koordinasi antara individu yang menyerah dengan aparat pemerintah, serta makna strategis dari pengakuan resmi terhadap pasukan yang membelot.
Para pengamat menilai, penyerahan diri secara resmi harus disertai acara publik yang melibatkan dokumentasi video dan gambar, agar masyarakat dan komandan SDF lainnya dapat melihat bahwa tidak semua anggota SDF bersikap keras kepala.
Dengan menampilkan serah terima secara bermartabat, pemerintah Suriah dapat menunjukkan bahwa anggota SDF, baik Arab maupun Kurdi, memiliki pilihan untuk kembali mendukung negara tanpa takut kehilangan kehormatan. Hal ini berpotensi membuka hati komandan SDF lain untuk mempertimbangkan langkah serupa.
Aktivis Mohab Nasser menilai pembebasan Al-Raouf memicu ketegangan publik, namun juga bisa menjadi momentum strategis untuk menegaskan transparansi pemerintah dalam menangani bekas anggota SDF.
Selama konflik, SDF dikenal memiliki jaringan milisi yang beragam, dan beberapa di antaranya tetap loyal pada aparat pemerintah setelah melihat peluang rekonsiliasi. Acara serah terima formal dapat memperkuat persepsi tersebut.
Pentingnya dokumentasi visual terlihat dari pengalaman sebelumnya, di mana pengumuman penyerahan diri tanpa gambar dan video kurang memberi dampak pada opini publik maupun motivasi internal milisi.
Sebuah acara serah terima yang disiarkan secara resmi akan menegaskan bahwa pasukan pemerintah menghormati hak dan martabat anggota SDF yang memilih kembali ke pangkuan negara.
Dalam konteks Thabqa, Al-Raouf bukanlah komandan berpangkat tinggi, namun simbolisasi keberaniannya menyerah dapat menjadi contoh bagi perwira SDF lain agar bersikap realistis dan pragmatis.
Selain itu, momen ini memberi peluang bagi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat tentang proses reintegrasi mantan milisi, termasuk mekanisme hukum dan sosial yang menjamin keamanan mereka.
Dengan adanya acara yang terbuka dan bermartabat, propaganda yang menyebut semua SDF “bandel” atau “tidak dapat dipercaya” dapat dipatahkan melalui bukti nyata.
Para perwira yang melihat rekonsiliasi ini akan memahami bahwa pemerintah memberikan penghormatan kepada loyalitas yang kembali, bukan semata-mata menghukum kesalahan masa lalu.
Acara serah terima juga dapat mempermudah koordinasi di lapangan, karena pasukan pemerintah mendapat informasi langsung mengenai kondisi lokal dan jaringan internal SDF.
Langkah formal semacam ini akan membangun rasa saling percaya, baik antara pemerintah dan mantan anggota SDF, maupun antar-pemimpin SDF yang masih bertugas.
Transparansi publik juga menekan peluang pihak ketiga memanfaatkan situasi untuk propaganda anti-pemerintah, karena masyarakat dapat melihat proses berjalan secara resmi.
Selain simbolisme, acara ini bersifat praktis; pemerintah dapat menilai kemampuan tempur dan pengalaman lapangan mantan anggota SDF secara langsung.
Dengan dokumentasi video dan foto, proses penyerahan dapat dijadikan arsip strategis bagi pemerintah dan lembaga internasional yang memantau rekonsiliasi pasca-konflik.
Momen seperti ini juga memberi kesempatan bagi pemerintah untuk menekankan prinsip hukum dan akuntabilitas, menunjukkan bahwa meski anggota milisi kembali, pelanggaran serius tetap ditangani sesuai prosedur.
Pemerintah Suriah dapat menggunakan acara serah terima ini sebagai alat diplomasi internal, meyakinkan suku, komunitas lokal, dan pihak internasional bahwa proses reintegrasi dijalankan dengan adil dan terbuka.
Dengan demikian, strategi serah terima yang bermartabat bukan hanya soal satu individu, tetapi juga membangun budaya rekonsiliasi yang lebih luas dan mengurangi resistensi di kalangan milisi SDF lainnya.






0 Komentar